Bab 2

Pembahasan

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

2.1.   Sustainable Development Goals (SDGs)

            SDGs (Sustainable Development Goals) adalah kesepakatan
pembangunan baru yang mendorong perubahan-perubahan kearah pembangunan
berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong
 pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup. SDGs diberlakukan  dengan prinsip-prinsip universal, integrasi
dan inklusif untuk  meyakinkan bahwa tidak akan ada seorang pun yang
terlewatkan atau “No-one Left Behind”.       

            Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan global sebelumnya yaitu MDGs atau Milennium Development
Goals, Peserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Bulan September 2015
meluncurkan SDGs atau Suistanable
Development Goals yang merupakan agenda global yang  melanjutkan
upaya dan capaian agenda global sebelumnya yaitu MDGs yang sudah banyak merubah wajah dunia 15 tahun kearah yang
lebih baik.

SDGs memiliki
17 tujuan yang bersifat global serta dapat diaplikasikan secara universal yang
dipertimbangkan dengan berbagai realitas nasional, kapasitas serta tingkat
pembangunan yang berbeda, dan menghormati kebijakan serta prioritas nasional.
Tujuan dari SDGs antara lain sebagai
berikut:

1.      Mengakhiri
segala bentuk kemiskinan di mana pun.

2.      Mengakhiri
kelaparan, meningkatkan gizi, mencapai ketahanan pangan, dan mendorong
pertanian yang berkelanjutan.

3.      Menjamin
kehidupan yang bersih dan sehat serta mendorong kesejahteraan bagi semua orang
di segala usia.

4.      Menjamin
pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta meningkatkan kesempatan belajar
seumur hidup bagi semua orang.

5.      Menjamin
kesetaraan gender serta memberdayakan seluruh perempuan.

6.      Menjamin
keteersediaan dan pengelolaan air serta sanitasi yang berkelanjutan bagi semua
orang.

7.      Menjamin
akses energi yang terjamin, terjangkau, berkelanjutan serta modern bagi semua
orang.

8.      Mendorong
pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, berkelanjutan, dan inklusif, serta
kesempatan kerja penuh, produktif, dan pekerjaan yang layak bagi semua orang.

9.      Membangun
infrastruktur yang berketahanan, mendorong industrialisasi yang inklusif dan
berkelanjutan serta membawa inovasi.

10.  Mengurangi
kesenjangan di dalam dan di antara Negara.

11.  Menjadikan
kota dan pemukiman manusia aman, inklusif, berkelanjutan, dan berketahanan.

12.  Menjamin
pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.

13.  Mengambil
tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim serta dampaknya.

14.  Melestarikan
dan menggunakan samudera, lautan, dan sumber daya laut secara berkelanjutan
untuk pembangunan berkelanjutan.

15.  Memperbarui,
melindungi, serta mendorong penggunaan ekosistem daratan yang berkelanjutan,
mengelola hutan, memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan degradasi
tanah, serta menghentikan kerugian keanekaragaman hayati.

16.  Mendorong
masyarakat yang damai and inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan
akses keadilan bagi semua orang, serta membangun institusi yang akuntabel,
efektif, dan inklusif di seluruh tingkatan.

17.  Memperkuat
perangkat-perangkat implementasi (means
of implementation) dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan
berkelanjutan.

    

2.2.   Ekosistem Perairan

            Ekosistem adalah
sistem ekologi yang terbentuk daari hubungan timbal balik tidak terpisahkan
antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem dibentuk oleh dua
komponen, yaitu komponen biotik dan abiotik. Abiotik adalah komponen tidak
hidup, seperti suhu, air, cahaya matahari, dan lain-lain. Biotik adalah
komponen hidup, yaitu makhluk hidup itu sendiri. Secara garis besar, ekosistem
terbagi menjadi tiga, yaitu ekosistem darat, ekosistem perairan, dan ekosistem
buatan.

            Ekosistem perairan merupakan ekosistem yang sebagian
besar komponen abiotiknya terdiri atas air. Secara garis besar, ekosistem
perairan dibagi menjadi dua, yaitu ekosistem air laut dan ekosistem air tawar.

2.2.1       
Ekosistem
Laut

Ekosistem laut
merupakan ekosistem yang paling luas di permukaan bumi. Lebih dari dua pertiga
bumi ini adalah ekosistem laut. Selain itu, ekosistem laut memiliki ciri-ciri
umum, yaitu:

·        
Memiliki salinitas (kadar garam) yang
tinggi, semakin mendekat ke garis khatulistiwa akan semakin tinggi.

·        
Di daerah tropik, suhu permukaannya
25-30o C yang semakin ke kutub suhunya semakin.

·        
Faktor cuaca dan iklim tidak terlalu
berpengaruh pada ekosistem ini.

Secara
garis besar, ekosistem laut dibagi menjadi tiga zona, yaitu:

1.      Zona
litoral, meliputi pantai batu, pantai pasir, dan estuari.

2.      Zona
laut dangkal, meliputi ekosistem terumbu karang.

3.      Zona
pelagik, meliputi ekosistem laut dalam.

 

 

Berdasarkan
kedalamannya, ekosistem laut dibagi menjadi empat zona, yaitu:

1.      Litoral,
daerah yang berbatasan dengan daratan

2.      Neritik,
daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar, kedalamannya
kurang lebih 300 m dari permukaan laut.

3.      Batial,
daerah yang kedalamannya kurang lebih antara 200-2500 m.

4.      Absial,
daerah yang kedalamannya kurang lebih 1.500-10.000 m, tidak tertembus cahaya
matahari.

Jenis-jenis ekosistem
laut, yaitu:

1.      Ekosistem
pantai pasir, terletak berbatasan dengan ekosistem darat serta daerah
terjadinya pasang surut.

2.      Ekosistem
pantai batu, didominasi bebatuan yang umumnya keras dan berukuran besar hasil
konglomerasi (penyatuan) batu-batu kecil dengan kapur dan tanah liat.

3.      Ekosistem
estuari (air payau), tempat bertemunya sungai dan laut .

4.      Ekosistem
terumbu karang, terbentuk di daerah perairan jernih, yaitu hasil aktivitas
organisme hewan berongga (Cnidaria).

5.      Ekosistem
laut dalam, tidak terjangkau sinar matahari sehingga ekosistem ini  tidak ditemukan organisme fotoautotrof.

 

2.2.2.     
Ekosistem
Air Tawar

Ekosistem
air tawar secara umum dibagi menjadi air mengalir (lotic) dan air tenang (lentic).
Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri umum, yaitu:

·        
Salinitas air yang rendah.

·        
Kondisi lingkungannya dipengaruhi oleh
keadaan iklim dan cuaca.

·        
Variasi suhu relatif sama antara dasar
dan permukaan.

·        
Penetrasi cahaya kurang.

Jenis-jenis ekosistem
air tawar, yaitu:

1.       
Sungai, aliran
air yang konstan, mengikis tanah dan membentuk habitat unik yang menjadi
penunjang kehidupan beberapa organisme.

2.       
Danau, air yang tenang
sehingga kondisi biotik dan abiotiknya relatif stabil.

 

2.3.  Pencemaran Air  dalam Pandangan Islam

Di
dalam Al-Qur’an, Allah SWT melukiskan betapa hebatnya kerusakan-kerusakan dan
kehancuran baik di darat maupun di laut sebagai akibat dari perbuatan dan ulah
tangan manusia. Allah SWT berfirman dalam surat ar-Rum ayat 41-42 :

 

??????? ?????? ????????????? ???????? ??????? ???????? ????? ??????????? ???????? ??? ??????????  ??????

????? ?????? ??????????? ??????? ??? ??????? ???? 
(41) ??????????? ??????????? ????????

(42)
??????????? ???????????? ????? ?????? ???? ????????? ???????? 

Artinya :

“Telah tampak kerusakan di
darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan
kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan
mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah, “Adakanlah perjalanan di muka
bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan
dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).”

Ayat ini menjelaskan pertentangan antara tauhid
dan syirik. Ajaran tauhid berkaitan dengan tanda-tanda kekuasaan Allah. Tauhid
berarti keesaan Allah. Ajaran syirik menunjukkan sebaliknya, yakni enggan
meyakini kekuasaan Allah. Orang yang jiwa tauhidnya rapuh pasti cenderung
berbuat kerusakan. Jadi, hubungan antara kuatnya tauhid dan kebaikan moral
sangat erat. Rapuhnya tauhid menjadikan seseorang bermental buruk. Salah
satunya berwatak perusak (al-fasid).

Dalam
kaitan dengan Al-Qur’an ini, maka manusia diwajibkan untuk mengendalikan diri
dan mencegah agar tidak terjadi kerusakan dan kebinasaan di muka bumi dan permukaan
laut. Manusia wajib memelihara kelestarian lingkungan hidupnya, karena dengan
demikian manusia telah memelihara kelangsungan hidup generasi penerusnya yang
akan datang. Kewajiban untuk memelihara lingkungan hidup ini, tidak lain adalah
kewajiban untuk melindungi kepentingan manusia sendiri, karena dalam perut bumi
ini tersedia beraneka ragam sumber kehidupan yang bermanfaat untuk manusia.

Dalam
rangka memelihara keseimbangan dan keserasian hubungan manusia dengan alam,
memelihara terwujudnya ketertiban dan kesejahteraan sosial sesama manusia,
hukum islam menegakkan prinsip-prinsip yang wajib menjadi landasan dan titik
tolak aktivitas kekuatan-kekuatan sosial, sehingga terjamin kehidupan yang
teratur, seimbang, dan harmonis. Dengan demikian akan terjadi kehidupan di
dunia dengan penuh kedamaian dalam suasana alam dan lingkungan yang baik,
terjaminnya perkembangan dan gerak sosial secara stabil dan teratur. Tidak
terjadi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup yang menyebabkan hilangnya
keseimbangan dan keserasian kehidupan di dunia ini.

2.4. Penanggulangan Pencemaran Air

Sebenarnya
penanggulangan pencemaran air dapat dimulai dari diri kita sendiri. Dalam
keseharian, kita dapat mengurangi pencemaran air dengan cara mengurangi
produksi sampah (minimize) yang kita hasilkan setiap hari. Selain itu, kita
dapat pula mendaur ulang (recycle) dan mendaur pakai (reuse) sampah tersebut.

Kita
pun perlu memperhatikan bahan kimia yang kita buang dari rumah kita. Karena
saat ini kita telah menjadi masyarakat kimia, yang menggunakan ratusan jenis
zat kimia dalam keseharian kita, seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah,
memupuk tanaman, dan sebagainya. Kita harus bertanggung jawab terhadap berbagai
sampah seperti makanan dalam kemasan kaleng, minuman dalam botol dan
sebagainya, yang memuat unsur pewarna pada kemasannya dan kemudian terserap
oleh air tanah pada tempat pembuangan akhir. Bahkan pilihan kita untuk bermobil
atau berjalan kaki, turut menyumbangkan emisi asam atu hidrokarbon ke dalam
atmosfir yang akhirnya berdampak pada siklus air alam.

Teknologi
dapat kita gunakan untuk mengatasi pencemaran air. Instalasi pengolahan air
bersih, instalasi pengolahan air limbah, yang dioperasikan dan dipelihara baik,
mampu menghilangkan substansi beracun dari air yang tercemar. Dari segi
kebijakan atau peraturanpun mengenai pencemaran air ini telah ada. Bila kita
ingin benar-benar hal tersebut dapat dilaksanakan, maka penegakan hukumnya
harus dilaksanakan pula. Pada akhirnya, banyak pilihan baik secara pribadi
ataupun social (kolektif) yang harus ditetapkan, secara sadar maupun tidak,
yang akan mempengaruhi tingkat pencemaran dimanapun kita berada. Walaupun
demikian, langkah pencegahan lebih efektif dan bijaksana.

Melalui
penanggulangan pencemaran ini diharapkan bahwa pencemaran akan berkurang dan
kualitas hidup manusia akan lebih ditingkatkan, sehingga akan didapat sumber
air yang aman, bersih dan sehat.