Ada beberapa hal yang  dapat
di catat sebagai upaya sebuah organisasi 
menerapkan  pendekatan sistem
thinking di era yang penuh persaingan saat 
ini.

1.        
kepemimpinan organisasi
bukanlah hanya berkaitan dengan karisma seseorang pemimpin, tetapi juga
brtkaitan dengan  keberlanjutan seorang
pemimpin , untuk itu  sang pemimpin
harus  lah melihat secara holistik dan
berkelanjutan karakter kepemimpinan yang di terapkan oleh dirinya. Pemimpin
yang manerapkan sistem thinking dengan baik. Dapat mewujudkan sistem kerja yang
baik dalam organiasi.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

2.        
Pada tatanan manejerial para
pemimpin organisasi ering kali mengalami kesulitan untuk menjamin keberlanjutan
visi.hal inidikarenakan orang-orang yang di pimpinnya mementinkan dirinya
sendiri.dibutukan sebuah pendekatan sistem thinking  yang tepat dalam mengendalikan karakter
kepemimpinan. dengan sistem thinking,seorang pemimpin dapat membangun sebuah
organisasi  yang dapat bekerja secara
baik dalam menjaga karakter dan jiwa kinerja 
untuk pewujudan visi, dan mampu untuk melakukan evaluasi diri dengan baik.  Dengan adanya Sistem thinking dapat membantu
organisasi  terus berinovasi,
berkarya  dan terus bertahan dalam dunia
yang akan berubah secara cepat.

3.        
Pendekatan holistik dalam
sistem thinking merupakan pengembangan kepemimpinan secara utuh, menyeluruh,selaras
dan terpadu mencakuppengembangan bagaimana menjadipribadi yang efektip ketika
memimpin orang lain,bagaimana mempengarui dan memberdayakan orang lain,
bagaimana memiliki wawasan dan pemahaman yang luas. Dan bagaimana mengelolah
organiasi berdasarkan sistem tata kelola yang baik.

4.        
Dinamika dalam organisasi bukan
suatu yang salah , namun merupakan utnuk mewujudkan visi dn tujuan
organisasi.sistem thinking yang baik 
menghadirkan suasana yang dinamis yang tercipta sebagai akibat dari
interaksi antara individu membuat terciptanya lingkungan organisasi yang
kondusif untuk pewujudan tujuan dari organisasi.

Sistem thinking mampu menjadi sumber energi positif bagi
kepemimpinan organisasi, perubahan akan lebih mudah tercipta dengan sistem
thinking. Pendekatan enginering , organisme dan mathematic dapat membantu
seseorang  memahami makna kehadiranya
dalam sebuah lingkungan organisasi. Semua 
perubahan yang di iningkan sebuah organisasi dapat terwujud   saat setiap sistem thinking  mampu teridentifikasi  dan mampu membuat seseorang yang ada di dalam
sebuah organisasi  dapat
menggerakannya  ke arah yang seharusnya
di tuju. Sistem thinking sebagai suatu konsep di mana organisasi di anggap
untuk terus menerus melakukan proses pembelajaran mandiri,sehingga organisasi
tersebut memiliki kecepatan berpikir dan bertindak dalam merespon beragam
perubahan yang muncul.

Manfaat sistem thinking bagi organisasi adalah mengidentifikasi
penomena dasar yang berkembang dengan memerhatikan interaksi dari berbagai yang
berkaitan dengan organisasi, penyelesaian masalah dengan pendekatan antara
disiplin yang bekerja sama secara sinergis sebagai pemecah masalah, keterbukaan
menerima hal hal baru yang berkembang cepat untuk meningkatkan efektivitas  sebuah organisasi, dan yang terakhir sebagai
landasan untuk bekerja sebagai tim untuk menangani permasalh besar organisasi
yang memerlukan suatu visi misi  dan
strategi yang  sama untuk di terapkan
menurut ke ahlian masing-masing.

Sistem thinking pada sebuah organisasi  baik organisasi internal maupun organisasi
eksternal setiap individu merupakan salah satu bagian dari satu sistem  dalam satu sistem itu sendiri harus ada visi,
ada seorang pemimpin, dan harus ada angota-angota dari sistem yang di sebut komponen.setiap
orang perlu menyadari bahwa ia merupakan bagian dari sistem tersebut. Karena
sistem organisasi terdiri dari pada angota atau komponen yang terindependen
orang-orang atau komponen yang berada dalam organisasi harus bisa bekerja sama
dalam format tim.setiap orang bergantung pada orang lain dalam sebuah
sistem.pemimpin menetakan visi dan sasaran-sasaran  dari organisasi dan sebuah komponen harus
menyelaraskan diri mereka masing-masing untuk mencapai sasaran-sasaran
organisasi. Dalam sistem thinking ini juga dapat di lihat bahwa  dalam organisasi adanya satu kesatuan yang
terdiri dari komponen-komponen seperti atasan bawahan, pemimpin anggota dan
pihak-pihak terkait lainya. Masing-masing komponen ini  memiliki kontribusi  terhadap tujuan organisasi. Namun perlu di
sadari bahwa satu bagian komponen tidak akan dapat berdiri sendiri dalam
mencapai tujuan organisasi. Dalam hal ini interaksi kerja sama dan komonikasi
yang baik antara komponen, antara angota,, antara pemimpin dan yang lainya
mutlak di butuhkan dalam organisasi.